0857 2745 2727
0857 2745 2727
bukuislamu@gmail.com

Biografi Sejarah Muhammad Al Fatih | Penakluk Konstantinopel

Kategori Biografi, Pustaka Arofah, Siroh, Tsaqofah
Di lihat 2151 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

Biografi Sejarah Muhammad Al Fatih | Penakluk KonstantinopelNama Buku : Sulthan Muhammad Al Fatih

Ukuran/Hal : 15,5 x 24 cm / 296 halaman

Berat: 500 gram

Penulis : DR. Ali Muhammad Ash-Shalabi

Penerbit : Pustaka Arafah

Harga : Rp 48.000,- Rp 43.000,-

Anda Hemat: Rp 5.000,-

Pemesanan: 0857 2745 2727

Biografi Sejarah Muhammad Al Fatih Penakluk Konstantinopel

Buku ini mengulas lebih dalam peran daulah Utsmaniyah, sebuah kerajaan Islam abad pertengahan yang menjadi mercusuar peradaban. Pendirinya, sepak terjang mereka hingga penaklukan Konstantinopel yang merupakan kota kebanggaan kaum salibis. Hal ini sudah disinyalir oleh Rasulullah dalam haditsnya. Rasulullah saw bersabda, \”Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.\” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim).

Mengenal Kota Konstantinopel

Konstantinopel (bahasa Yunani: Κωνσταντινούπολις Ko̱nstantinoúpolis, bahasa Latin: Constantinopolis, bahasa Turki Utsmaniyah: قسطنطینیه, bahasa Turki: Kostantiniyye atau İstanbul) adalah ibu kota Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran Latin, dan Kesultanan Utsmaniyah. Hampir selama Abad Pertengahan, Konstantinopel merupakan kota terbesar dan termakmur di Eropa.[1]

Sekurang-kurangnya sejak abad ke-10, kota ini umum disebut Istanbul yang berasal dari kata Yunani Istimbolin, artinya “dalam kota” atau “ke kota”. Setelah ditaklukkan oleh kaum Utsmaniyah pada 1453, nama resmi Konstantinopel dipertahankan dalam dokumen-dokumen resmi dan cetakan mata uang logam. Ketika Republik Turki didirikan, pemerintah Turki secara resmi berkeberatan atas penggunaan nama itu, dan meminta agar diganti dengan nama yang lebih umum, yakni Istanbul.[2][3][4] Penggantian nama tersebut diatur dalam Undang-Undang Pelayanan Pos Turki, sebagai bagian dari reformasi nasional Atatürk.[5][6] Istanbul berasal dari kata Stambol, yakni sebutan untuk Konstantinopel yang digunakan kaum Yunani dan Slavia dalam percakapan sehari-hari (Untuk penjelasan lebih lanjut, lihat Nama-nama Istanbul).

Sejarah Kejatuhan Konstantinopel

Kejatuhan Konstantinopel (Bahasa Turki: İstanbul’un Fethi ) adalah penaklukan ibu kota Kekaisaran Romawi Timur, yang terjadi setelah pengepungan sebelumnya, di bawah komando Sultan Utsmaniyah yang berumur 21 tahun, yaitu Muhammad al-Fatih, melawan tentara bertahan yang dikomandoi oleh Kaisar Bizantium Konstantinus XI. Pengepungan berlangsung dari Jumat, 6 April 1453- Selasa, 29 Mei 1453 (berdasarkan Kalender Julian), ketika kota itu ditaklukkan oleh Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel (dan dua wilayah pecahan lainnya segera setelah itu Bizantium) menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi, sebuah negara yang telah berlangsung selama hampir 1.500 tahun, itu juga merupakan pukulan besar untuk Kristen. Intelektual Yunani dan non-Yunani Beberapa meninggalkan kota sebelum dan sesudah pengepungan, migrasi terutama ke Italia. Dikatakan bahwa mereka membantu penanda dimulainya Renaisans. Itu juga merupakan beberapa tanda akhir Abad Pertengahan oleh jatuhnya kota dan kekaisaran.[15]

Pergantian kekuasaan dari Kekaisaran Romawi Timur kepada Kesultanan Utsmaniyah ini menyebabkan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia Barat di Laut Tengah terputus. Orang-orang Eropa tidak lagi datang ke Konstantinopel dan Venesia yang merupakan pelabuhan transit dalam perdagangan antara Asia dan Eropa. Suplai rempah-rempah]] untuk dunia Kristen yang dulunya bisa didapatkan di Konstantinopel tidak tersedia lagi karena konflik antar agama Kristen dan Islam. Para pedagang terpaksa mencari jalur lain ke sumber rempah-rempah dan hal tersebut membawa bangsa Eropa ke kepulauan Nusantara yang pada akhirnya membuat bangsa Belanda menjajah Nusantara selama 350 tahun lamanya.

Kemunduran perdagangan di Laut Tengah juga berdampak terhadap perekonomian. Wilayah di sekitar Laut Tengah yang semula ramai dikunjungi para pedagang dari timur yang membawa rempah-rempah jadi sepi. Hal ini menyebabkan keguncangan perekonomian di sekitar Laut Tengah (Mediterania)

author by: Firman Syah

(872)

Print Friendly

Incoming search terms:

  • biografi muhammad al fatih
  • muhammad al fatih darul haq
new
Para Panglima Islam Penakluk Dunia – Muhammad Ali – Penerbit Ummul Qura

10%

Rp 89.000 99.000
sale
Biografi 60 Sahabat Nabi | Terjemah Rijal Haula Rasul

9%

Rp 100.000 110.000
Ar Rahiq Al Makhtum | Terjemahan Siroh Nabawiyah Ummul Qura

10%

Rp 135.000 150.000
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
new
Peperangan Rasulullah Peperangan Nabi Muhammad SAW – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Ummul Qura

100%

Rp 149.000
new
Para Panglima Islam Penakluk Dunia – Muhammad Ali – Penerbit Ummul Qura

10%

Rp 89.000 99.000
new
Kumpulan Debat Islam VS Non Islam Dr. Zakir Naik – Aqwam

9%

Rp 68.000 75.000