0857 2745 2727
0857 2745 2727
bukuislamu@gmail.com

Pengiriman Buku Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Purwokerto via JNE

Kategori JNE, Pengiriman
Di lihat 911 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

pengiriman-bukuislamu-via-JNELaporan Pengiriman Buku Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Purwokerto via JNE oleh BukuIslamu.com

Alhamdulillah, telah terkirim pesanan buku:

 

Judul Buku: Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK 2, Panduan Mendongeng

Pemesan: Khafizati Amalina Fitri

Alamat: Berkoh, Purwokerto Selatan

No Hp: 0857 2610 xxxx

Via: JNE

Tertanggal: 24 Juni 2013

No Resi Kiriman: SOCB400017654313

Kiriman dapat dicek via website resmi jne.co.id

Jazakumullah atas kepercayaannya.

Semoga perniagaan ini berbarokah. Amin.

Toko BUku Islam Online Bukuislamu.com telah kirim buku Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Purwokerto via JNE

Mengenal Kota Purwokerto

Kota Purwokerto adalah ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Jumlah penduduknya 249.705 jiwa pada tahun 2005. [1]. Berbagai julukan di sandang kota di jalur selatan Jawa Tengah ini dari Kota Wisata, Kota Kripik, Kota Transit, Kota Pendidikan sampai kota Pensiunan karena begitu banyaknya pejabat-pejabat negara yang pensiun dan akhirnya menetap di kota ini. Di kota ini pula terdapat museum Bank Rakyat Indonesia, karena bank pertama kali berdiri ada disini dan pendiri bank ini adalah R. Wirya Atmadja putra daerah Purwokerto.

Sejarah Kota Purwokerto
Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Purwokerto by Toko Buku Islam onlineAwal-awal abad XX. Pada suatu kota. Saat itu, babak baru dalam tata ruang tengah memasuki kota tersebut. Setiap jalan terlihat lebar. Pepohonan hijau nan rindang meneduhi para pejalan kaki ketika melintas di area pedestrian. Jalan-jalan terlihat asri. Sulit untuk membedakan antara jalan utama dengan jalan penghubung. Di depan gedung karesidenan, terdapat sebuah taman kota. Taman Merdeka, nama taman itu. Sebuah taman untuk tempat warga kota melepas penat setelah kesibukan. Kota terasa nyaman bagi warganya. Inilah suasana Kota Purwokerto dengan perencanaan tata ruang yang baru. Suatu masa ketika Pulau Jawa mulai berkembang. Saat itu, kota-kota di Pulau Jawa tengah mengalami lonjakan penduduk. Kota-kota meledak. Hampir di setiap kota, pertambahan penduduk sekitar 10 kali sampai 20 kali lipat. Kota-kota, mengalami masalah akut tentang tata ruang. Pemerintah kolonial Belanda kelimpungan menghadapi persoalan itu. Sibuk mencari model pembangunan bagi kota-kota di Jawa.

Saat kesibukan meliputi Pemerintah Kolonial Belanda, Herman Thomas Kartsen menjejakkan kaki di Semarang pada 1914. Kota yang juga tengah mengalami persoalan pertambahan penduduk. Dalam catatan W.F. Wertheim melalui buku Masyarakat Indonesia dalam Transisi, pertambahan penduduk di kota itu hampir mencapai seratus persen. Di kota tersebut, Kartsen menemui Henri Maclaine Pont. Pont adalah teman Kartsen semasa kuliah di Insitut Teknologi Delf, Amsterdam, Belanda. Di Semarang, Pont mendirikan biro arsistek. Melalui Pont, Kartsen mendapat banyak informasi tentang keadaan Semarang dan kota lainnya. Kedatangan Kartsen di Semarang adalah guna merancang Kota Semarang dan kota-kota di Pulau Jawa.terdapat pabrik gula kalibagor.[4]

author by: Firman Syah

(245)

Print Friendly
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
new
Peperangan Rasulullah Peperangan Nabi Muhammad SAW – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Ummul Qura

100%

Rp 149.000
new
Para Panglima Islam Penakluk Dunia – Muhammad Ali – Penerbit Ummul Qura

10%

Rp 89.000 99.000
new
Kumpulan Debat Islam VS Non Islam Dr. Zakir Naik – Aqwam

9%

Rp 68.000 75.000