0857 2745 2727
0857 2745 2727
bukuislamu@gmail.com

Pengiriman Tarbiyah Jihadiyah Kedua ke Banda Aceh via JNE

Kategori JNE, Pengiriman
Di lihat 560 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

pengiriman-bukuislamu-via-JNELaporan Pengiriman Buku Tarbiyah Jihadiyah Kedua ke Banda Aceh via JNE oleh BukuIslamu.com

Alhamdulillah, telah terkirim pesanan buku:

 

Judul Buku: Tarbiyah Jihadiyah Kedua

Pemesan: Ryo

Alamat: Banda Aceh

No Hp: 0823 6620 xxxx

Via: JNE

Tertanggal: 11 Januari 2014

No Resi Kiriman: 2402655580001

Kiriman dapat dicek via website resmi jne.co.id

Jazakumullah atas kepercayaannya.

Semoga perniagaan ini berbarokah. Amin.

Telah dikirim Buku Islam Tarbiyah Jihadiyah Kedua ke Banda Aceh via JNE

Mengenal Kota Banda Aceh

Kota Banda Aceh adalah salah satu kota sekaligus ibu kota provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Sejarah Banda Aceh

Banda Aceh sebagai ibukota Kesultanan Aceh Darussalam berdiri pada abad ke-14. Kesultanan Aceh Darussalam dibangun di atas puing-puing kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha yang pernah ada sebelumnya, seperti Kerajaan Indra Purba, Kerajaan Indra Purwa, Kerajaan Indra Patra, dan Kerajaan Indrapura (Indrapuri). Dari batu nisan Sultan Firman Syah, salah seorang sultan yang pernah memerintah Kesultanan Aceh, didapat keterangan bahwa Kesultanan Aceh beribukota di Kutaraja (Banda Aceh). (H. Mohammad Said a, 1981:157).

Kirim BUku Islam Tarbiyah Jihadiyah Kedua ke Banda AcehKemunculan Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh tidak lepas dari eksistensi Kerajaan Islam Lamuri. Pada akhir abad ke-15, dengan terjalinnya suatu hubungan baik dengan kerajaan tetangganya, maka pusat singgasana Kerajaan Lamuri dipindahkan ke Meukuta Alam (Rusdi Sufi & Agus Budi Wibowo a, 2006:72-73). Lokasi istana Meukuta Alam berada di wilayah Banda Aceh.
Gambar Kota Banda Aceh dari laut oleh François Valentijn (1724-1726)

Sultan Ali Mughayat Syah memerintah Kesultanan Aceh Darussalam yang beribukota di Banda Aceh, hanya selama 10 tahun. Menurut prasasti yang ditemukan dari batu nisan Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin pertama Kesultanan Aceh Darussalam ini meninggal dunia pada 12 Dzulhijah Tahun 936 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1530 Masehi. Kendati masa pemerintahan Sultan Mughayat Syah relatif singkat, namun ia berhasil membangun Banda Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Pada masa ini, Banda Aceh telah berevolusi menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang ikut mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.

Pada masa Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh tumbuh kembali sebagai pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang saat itu sangat tinggi permintaannya dari Eropa. Iskandar Muda menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).

Pada masa agresi Belanda yang kedua, terjadi evakuasi besar-besaran pasukan Aceh keluar dari Banda Aceh yang kemudian dirayakan oleh Van Swieten dengan memproklamirkan jatuhnya kesultanan Aceh dan mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Setelah masuk dalam pangkuan Pemerintah Republik Indonesia baru sejak 28 Desember 1962 nama kota ini kembali diganti menjadi Banda Aceh berdasarkan Keputusan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah bertanggal 9 Mei 1963 No. Des 52/1/43-43

Pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini dilanda gelombang pasang tsunami yang diakibatkan oleh gempa 9,2 Skala Richter di Samudera Indonesia. Bencana ini menelan ratusan ribu jiwa penduduk dan menghancurkan lebih dari 60% bangunan kota ini. Berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Pemerintah Kota Banda Aceh, jumlah penduduk Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2012 adalah sebesar 248.727 jiwa.

author by: Firman Syah

(162)

Print Friendly
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
new
Peperangan Rasulullah Peperangan Nabi Muhammad SAW – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Ummul Qura

100%

Rp 149.000
new
Para Panglima Islam Penakluk Dunia – Muhammad Ali – Penerbit Ummul Qura

10%

Rp 89.000 99.000
new
Kumpulan Debat Islam VS Non Islam Dr. Zakir Naik – Aqwam

9%

Rp 68.000 75.000