0857 2745 2727
0857 2745 2727
bukuislamu@gmail.com

Pengiriman Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Palu Barat Sulawesi via JNE

Kategori JNE, Pengiriman
Di lihat 762 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang

pengiriman-bukuislamu-via-JNELaporan Pengiriman Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Palu Barat Sulawesi via JNE oleh BukuIslamu.com

Alhamdulillah, telah terkirim pesanan buku:

 

Judul Buku: Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK

Pemesan: Drg. Kamaliah

Alamat: Palu Barat, Sulawesi Tengah

No Hp: 0852 5585 xxxx

Via: JNE

Tertanggal: 10 Juni 2013

Status Kiriman: DELIVERED

Jazakumullah atas kepercayaannya.

Semoga perniagaan ini berbarokah. Amin.

Telah dikirim Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Palu Barat Sulawesi Tengah

Mengenal Kota Balu Barat

Palu Barat adalah sebuah kecamatan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia.

Kota Palu
Palu adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Palu terletak sekitar 1.650 km di sebelah timur laut Jakarta. Koordinatnya adalah 0°54′ LS 119°50′ BT. Penduduknya berjumlah 342.754 jiwa (2012).

Kota Palu berada di dekat sebuah bernama Teluk Palu, sebelah barat Selat Makassar.

Asal usul nama kota Palu adalah kata Topalu’e yang artinya Tanah yang terangkat karena daerah ini awalnya lautan, karena terjadi gempa dan pergeseran lempeng (palu koro) sehingga daerah yang tadinya lautan tersebut terangkat dan membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu.

Kabupaten SUlawesi Tengah

Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan Palu.

Sejarah Kabupaten Sulawesi Tengah

Toko Buku Islam Online kirim Panduan Mengajar TPA-TPQ-TK ke Palu Barat SulawesiWilayah provinsi Sulawesi Tengah sebelum jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda merupakan sebuah Pemerintahan Kerajaan yang terdiri atas 15 kerajaan di bawah kepemimpinan para raja yang selanjutnya dalam sejarah Sulawesi Tengah dikenal dengan julukan Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat.

Semenjak tahun 1905, wilayah Sulawesi Tengah seluruhnya jatuh ke tangan Pemerintahan Hindia Belanda, dari Tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat, kemudian oleh Pemerintah Hindia Belanda dijadikan Landschap-landschap atau Pusat-pusat Pemerintahan Hindia Belanda yang meliputi, antara lain:

Poso Lage di Poso
Lore di Wianga
Tojo di Ampana
Pulau Una-una di Una-una
Bungku di Bungku
Mori di Kolonodale
Banggai di Luwuk
Parigi di Parigi
Moutong di Tinombo
Tawaeli di Tawaeli
Banawa di Donggala
Palu di Palu
Sigi/Dolo di Biromaru
Kulawi di Kulawi
Tolitoli di Tolitoli

Dalam perkembangannya, ketika Pemerintahan Hindia Belanda jatuh dan sudah tidak berkuasa lagi di Sulawesi Tengah serta seluruh Indonesia, Pemerintah Pusat kemudian membagi wilayah Sulawesi Tengah menjadi 3 (tiga) bagian, yakni:

Sulawesi Tengah bagian Barat, meliputi wilayah Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Tolitoli. Pembagian wilayah ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959, tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi.
Sulawesi Tengah bagian Tengah (Teluk Tomini), masuk Wilayah Karesidenan Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1919, seluruh Wilayah Sulawesi Tengah masuk Wilayah Karesidenen Sulawesi Utara di Manado. Pada tahun 1940, Sulawesi Tengah dibagi menjadi 2 Afdeeling yaitu Afdeeling Donggala yang meliputi Tujuh Onder Afdeeling dan Lima Belas Swapraja.
Sulawesi Tengah bagian Timur (Teluk Tolo) masuk Wilayah Karesedenan Sulawesi Timur Bau-bau.

Tahun 1964 dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 1964 terbentuklah Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Buol Tolitoli. Selanjutnya Pemerintah Pusat menetapkan Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Provinsi yang otonom berdiri sendiri yang ditetapkan dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1964 tentang Pembentukan Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah dan selanjutnya tanggal pembentukan tersebut diperingati sebagai Hari Lahirnya Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan perkembangan Sistem Pemerintahan dan tutunan Masyarakat dalam era Reformasi yang menginginkan adanya pemekaran Wilayah menjadi Kabupaten, maka Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan melalui Undang-undang Nomor 11 tahun 2000 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 51 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai Kepulauan. Kemudian melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat terbentuk lagi 2 Kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tojo Una-Una. Kini berdasarkan pemekaran wilayah kabupaten, provinsi ini terbagi menjadi 10 daerah, yaitu 9 kabupaten dan 1 kota.

Sulawesi Tengah juga memiliki beberapa sungai, diantaranya sungai Lariang yang terkenal sebagai arena arung jeram, sungai Gumbasa dan sungai Palu. Juga terdapat danau yang menjadi obyek wisata terkenal yakni Danau Poso dan Danau Lindu.

Sulawesi Tengah memiliki beberapa kawasan konservasi seperti suaka alam, suaka margasatwa dan hutan lindung yang memiliki keunikan flora dan fauna yang sekaligus menjadi obyek penelitian bagi para ilmuwan dan naturalis.

Ibukota Sulawesi Tengah adalah Palu. Kota ini terletak di Teluk Palu dan terbagi dua oleh Sungai Palu yang membujur dari Lembah Palu dan bermuara di laut.

author by: Firman Syah

(264)

Print Friendly
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
new
Peperangan Rasulullah Peperangan Nabi Muhammad SAW – Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi – Penerbit Ummul Qura

100%

Rp 149.000
new
Para Panglima Islam Penakluk Dunia – Muhammad Ali – Penerbit Ummul Qura

10%

Rp 89.000 99.000
new
Kumpulan Debat Islam VS Non Islam Dr. Zakir Naik – Aqwam

9%

Rp 68.000 75.000